Hubungan Hipnoterapi Dan Piramida Kebutuhan

Hubungan Hipnoterapi Dan Piramida Kebutuhan

    Hipnoterapi Surabaya

    HIPNOTERAPI -  Teori Abraham H. Maslow (Teori Kebutuhan)
Teori motivasi yang dikembangkan oleh Abraham H. Maslow pada intinya berkisar pada pendapat bahwa manusia mempunyai lima tingkat atau hierarki kebutuhan, yaitu :
  1. kebutuhan fisiologikal (physiological needs), seperti : rasa lapar, haus, istirahat dan sex;
  2. kebutuhan rasa aman (safety needs), tidak dalam arti fisik semata, akan tetapi juga mental, psikologikal dan intelektual;
  3. kebutuhan akan kasih sayang (love needs);
  4. kebutuhan akan harga diri (esteem needs), yang pada umumnya tercermin dalam berbagai simbol-simbol status; dan
  5. aktualisasi diri (self actualization), dalam arti tersedianya kesempatan bagi seseorang untuk mengembangkan potensi yang terdapat dalam dirinya sehingga berubah menjadi kemampuan nyata.
Berdasarkan teori kebutuhan yang dikemukakan oleh Maslow diatas dapat disimpulkan bahwa seseorang akan lebih termotivasi dalam melaksanakan sesuatu jika hal tersebut pada hierarki tingkat kebutuhan yang utama atau kebutuhan primer, namun pada kenyataannya pemenuhan kebutuhan yang dilakukan oleh seseorang berlangsung secara simultan.
Kendati pemikiran Maslow tentang teori kebutuhan ini tampak lebih bersifat teoritis, namun telah memberikan fundasi dan mengilhami bagi pengembangan teori-teori motivasi yang berorientasi pada kebutuhan berikutnya yang lebih bersifat aplikatif.




Wyatt Slooper (1999) mengemukakan bahwa dalam proses belajar, kita belajar: 10% dari apa yang kita baca, 20% dari apa yang kita dengar, 30% dari apa yang kita lihat, 50% dari apa yang kita lihat dan dengar, 70% dari apa yang kita katakan, 90% dari apa yang kita katakan dan lakukan.

Dalam Prakteknya Hipnoterapi / terapi hipnotis bisa sangat mebantu untuk poin yang no lima, yakni bisa memaksimalkan potensi yang ada dalam diri seseorang.