- kebutuhan
fisiologikal (physiological needs), seperti : rasa lapar, haus,
istirahat dan sex;
- kebutuhan
rasa aman (safety needs), tidak dalam arti fisik semata, akan tetapi
juga mental, psikologikal dan intelektual;
- kebutuhan
akan kasih sayang (love needs);
- kebutuhan
akan harga diri (esteem needs), yang pada umumnya tercermin dalam
berbagai simbol-simbol status; dan
- aktualisasi
diri (self actualization), dalam arti tersedianya kesempatan bagi
seseorang untuk mengembangkan potensi yang terdapat dalam dirinya
sehingga berubah menjadi kemampuan nyata.
Kendati pemikiran Maslow tentang teori kebutuhan ini tampak lebih bersifat teoritis, namun telah memberikan fundasi dan mengilhami bagi pengembangan teori-teori motivasi yang berorientasi pada kebutuhan berikutnya yang lebih bersifat aplikatif.
Wyatt Slooper (1999) mengemukakan bahwa dalam proses belajar, kita belajar: 10% dari apa yang kita baca, 20% dari apa yang kita dengar, 30% dari apa yang kita lihat, 50% dari apa yang kita lihat dan dengar, 70% dari apa yang kita katakan, 90% dari apa yang kita katakan dan lakukan.
Dalam Prakteknya Hipnoterapi / terapi hipnotis bisa sangat mebantu untuk poin yang no lima, yakni bisa memaksimalkan potensi yang ada dalam diri seseorang.
